Entri Populer

Minggu, 04 Desember 2011

Implementasi Business Process Reengineering (BPR) di ISUZU Hicom Co.Ltd

Pada tahun 1987-1988, manajemen IHM menemukan peringatan dengan pengaruh pada ukuran keuangan mereka. Keuntungan menurun sebagai akibat dari resiko pertanggungjawaban klaim, dan biaya yang tinggi untuk mendapatkan pelanggan baru. Perubahan situasi pasar dan berbagai persoalan akibat regulasi pada akhir tahun 80-an, akhirnya menekankan kebutuhan untuk adanya suatu perubahan.  Norm Phelps, Pimpinan dari IHM dan Pam Godwin wakil presiden senior CMD menjelaskan mengapa inisiatif reengineering diperlukan.

Disadari juga bahwa masa kejayaan mass marketing telah berlalu. Mereka mengenali bahwa untuk meningkatkan nilai mereka di mata konsumen, mereka harus memperkuat hubungan dengan pelanggan lama dan mentargetkan pada pelanggan yang mempunyai profil yang cocok dengan strategi mereka. Untuk itu telah dibuat visi baru Business Process Reengineering (BPR) untuk IHM. 

Senin, 28 November 2011

Customer Relationship Management (CRM)

Dalam jurnal “Customer Relationship Management (CRM) Processes
from Theory to Practice: The Pre-implementation Plan of
CRM System"
Khalid Rababah, Haslina Mohd, and Huda Ibrahim, dinyatakan bahwa
Customer Relationship Managemen (CRM) sangat potensial untuk meraih kesuksesan dan ptumbuh berkembang di organisasi-organisasi di lingkungan dengan kompetisi ketat dan perkembangan tekonologi yang luar biasa seperti sekarang ini. Penggunaan Aplikasi Customer Relationship Management (CRM) ini menjadi sebuah piranti baru yang memiliki tujuan yang berorientasi terhadap kepuasan konsumen. Komponen utama Customer Relationship Management (CRM) adalah manusia, teknologi, dan proses.
Konsep penggunaan Customer Relationship Management (CRM) adalah untuk mengenal, mengetahui dan menggali dari apa yang di harapkan dari seorang pelanggan atau konsumen dan membangung hubungan sinergis dengan mereka.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Membuka jalan mengembangkan Business Intelligence


Apabila suatu perusahaan memutuskan untuk mengembangkan Business Intelligence, dibutuhkan:
1.      Komitmen atau support dari seluruh internal stakeholders untuk mendukung keberhasilan implementasi dan pengembangan Business Intelligence.
2.      Sumber daya manusia (SDM), perusahaan harus memiliki SDM yang memiliki kecakapan untuk penerapan dan pengembangan Business Intelligence. Hal ini dapat diatasi dengan mengadakan pelatihan-pelatihan dan mengadakan sosialisasi sebelum Business Intelligence yang baru tersebut dijalankan.
3.      Pendanaan, kesiapan pendanaan/investasi harus diperhatikan dengan benar, karena investasi untuk Business Intelligence hasilnya tidak langsung terasa oleh organisasi
4.      Infrastruktur yaitu perangkat  keras dan lunak yang tersedia harus yang benar-benar dibutuhkan.

Business Intelligence mencakup prinsip, alat analisis, teknologi informasi, teori perubahan strategis, pengingkatan fungsi individu, sistem, struktur dan proses kerja.

Kamis, 29 September 2011

Tentang Management Information System di Teknik Industri UI...

Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia sangat menyadari akan potensi laju informasi yang force ke seluruh aspek pasti menimbulkan masalah sistematis baru dalam hal information system and technology. Kondisi ini juga berimbas ke wilayah corporates, tak terkecuali perusahaan besar dan bonafit sekalipun. Manajemen sistem informasi terus dikembangkan agar perusahaan memiliki koneksi antar lini yang kuat, easy to use, dan tentunya terintegrasi secara fungsional sebagai database utama.

Oleh karena itu, pembekalan MIS kepada mahasiswa TI UI terus dikembangkan dan distandarisasi hingga pengakuan global internasional.  Laboratorium Management Information System TI UI yang digembleng oleh Mr. Dachyar Muhammad, dengan bangga menjadi pioneer  "Oracle Courses" ERP berstandar Internasional di Indonesia, dengan output sertifikasi Internasional yang terstandar dan diterima secara global.






Tentang Mata Kuliah
Kode Mata Kuliah IES310805
Kode Kurikulum 01.07.04.01-2009
Nama Mata Kuliah Sistem Informasi
Nama Singkat Mata Kuliah Sistem Informasi
Nama Mata Kuliah (Inggris) Information System

 Bobot    3 Kredit
 Untuk Term Ke    6
 Jenis Mata Kuliah    KP & Seminar & Skripsi
Lingkup Mata Kuliah    Program Studi
Materi Ajar










1. Information System vs Information Technology ; 2. Information System for Competitive Advantage ; 3. Information Security ; 4. Information Technology for E-Commerce ; 5. E-Auction ; 6. Business Process Re-engineering (BPR) ; 7. Barcode ; 8. Knowledge Management (KM) ; 9. Relational Database Management System ; 10. Customer Relationship Management.









visit IES310805 for more info or contact our lecturer:  mdachyar@yahoo.com and http://mdachyar.blogspot.com/

Jumat, 23 September 2011

Apa Sih ERP? Apa kontribusinya?

Menjawab segala tantangan pergerakan sistem komukasi dan informasi, berbagai sistem informasi terintegrasi terus dikembangkan oleh para developer. Laju informasi yang force ke seluruh aspek menimbulkan masalah sistematis baru dalam hal information system and technology. Kondisi ini juga berimbas ke wilayah corporates, tak terkecuali perusahaan besar dan bonafit sekalipun. Manajemen sistem informasi terus dikembangkan agar perusahaan memiliki koneksi antar lini yang kuat, easy to use, dan tentunya terintegrasi secara fungsional sebagai database utama.

Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia sangat menyadari akan potensi hal tersebut, sehingga pembekalan atas MIS kepada mahasiswa TI UI terus dikembangkan dan distandarisasi hingga pengakuan global internasional.  Laboratorium Management Information System TI UI yang digembleng oleh Mr. Dachyar Muhammad, dengan bangga menjadi pioneer  "Oracle Courses" ERP berstandar Internasional di Indonesia, dengan output sertifikasi Internasional yang terstandar dan diterima secara global.

Mengapa harus ERP?

Dari semua pengembangan teknologi sistem informasi dewasa ini, satu sistem informasi yang didesain untuk mendukung keseluruhan unit fungsional dari perusahaan adalah Enterprise Resource Planning atau ERP. ERP alias Enterprise Resources Planning atau Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan adalah aplikasi perangkat lunak komputer yang terintegrasi dan menyeluruh. Secara garis besar, ERP bisa digambarkan sebagai perkakas manajemen yang menyeimbangkan persediaan dan permintaan perusahaan secara menyeluruh, berkemampuan untuk menghubungkan pelanggan dan supplier dalam satu kesatuan rantai ketersediaan, mengadopsi proses-proses bisnis yang telah terbukti dalam pengambilan keputusan, dan mengintegrasikan seluruh bagian fungsional perusahaan; sales, marketing, manufacturing, operations, logistics, purchasing, finance, new product development, dan human resources. Sehingga bisnis dapat berjalan dengan tingkat pelayanan pelanggan dan produktifitas yang tinggi, biaya dan inventory yang lebih rendah, dan menyediakan dasar untuk e-commerce yang efektif. Secara arsitektural sistem, ERP dikembangkan berdasarkan modul-modul fungsional yang meliputi seluruh aspek sumber daya di dalam sebuah perusahaan/organisasi.

Secara historis, ERP berasal dari metamorfosis dari MRP (Manufacturing Resources Planning) yang diarahkan untuk kelompok usaha manufaktur.
Seiring dengan perkembangan teknologi, manajerial dan bisnis maka MRP pun berubah menjadi ERP. Istilah ERP sendiri diperkenalkan pertama kali oleh Gartner Group.
Lantas manfaat apa saja yang bisa kita dapatkan dari penerapan sistem ERP? Atau modul-modul standar apa saja yang biasa terdapat dalam sistem ERP?

Secara teknis sebenarnya ERP berfungsi memadukan berbagai sistem informasi yang tersebar di masing-masing departemen (unit fungsional) di sebuah lembaga.
Dengan adanya sistem yang terpadu tersebut maka masing-masing unit fungsional dalam lembaga tersebut dapat saling berbagi data dan informasi yang pada akhirnya meningkatkan sinergi antar elemen di perusahaan yang menerapkannya.

Perlu diingat bahwa ERP bukanlah aplikasi perangkat lunak komputer yang berfungsi menangani data secara elektronik dan memprosesnya secara terperinci saja.
ERP memiliki keunggulan dalam menyajikan informasi analitik kepada para pemegang keputusan melalui modul OLAP (online analytical processing).
Sehingga jika dilihat dari sisi fungsional sistem, ERP dibagi atas modul OLAP dan OLTP (online transaction processing).
Modul OLTP adalah lapis (layer) yang berfungsi menangani proses pemasukan (input), ubah (update) dan hapus (delete) dari setiap data ke dalam rekam (record) tabel yang saling terkait dalam suatu basis data.
Misalkan saat memasukkan data penjualan maka sistem OLTP akan melakukan verifikasi ke tabel pegawai untuk memastikan otoritasnya, penelusuran apakah pelanggan tersebut adalah langganan yang sudah terdaftar sehingga berhak atas potongan harga, memeriksa apakah ada program harga khusus dari sistem informasi akunting hingga akhirnya data tersebut direkam dalam tabel penjualan.
Sedangkan modul-modul standar yang biasanya terintegrasi di dalam suatu sistem ERP setidaknya minimal terdiri atas:
  1. Keuangan
    • Akuntansi Finansial
    • Secara fungsional modul akuntansi finansial berfungsi untuk mengumpulkan dan mengelola seluruh data finansial hingga mampu menyajikan laporan dari hasil relasi data dari beberapa departemen. Laporan yang disajikan tersebut dapat diarahkan untuk eksternal maupun internal. Sedangkan jenis-jenis laporan yang disajikan minimal harus memenuhi standar laporan keuangan yang biasa dibuat secara manual. Dari sisi integrasi sistem, modul akuntansi finansial memadukan modul-modul fungsional lainnya yang terdapat di dalam sistem ERP. Contohnya antara lain adalah modul POS (point of sale) saat memproses transaksi penjualan secara otomatis mengintegrasikan data tersebut dengan modul akuntansi finansial.
    • Kontrol
    • Modul kontrol ini berfungsi untuk mengelola data-data yang terkait dengan antara lain akuntansi laba biaya, cost center, manajemen proyek, dsb.
    • Fixed Asset Management
    • Dalam menjalankan operasionalnya setiap lembaga memiliki beban biaya yang dikeluarkan untuk investasi aktiva tetap, sewa dan gedung. Dalam modul ini mendukung pekerjaan pengadaan, pemeliharaan, penjualan/penghapusan, penarikan hingga depresiasi nilai aktiva.
  2. Logistik
  3. Modul logistik secara fungsional digunakan untuk memproses pengadaan, penjualan dan distribusi logistik yang digunakan oleh perusahaan.
  4. Sumber Daya Manusia
  5. Sumber daya manusia adalah asset terbesar perusahaan yang memerlukan pengelolaan yang baik dan terukur dari mulai perekrutan, penjadualan dan pemrosesan gaji. Pekerjaan-pekerjaan rutin bisnis yang terkait sumber daya manusia seperti pembayaran gaji, manajemen tugas, ongkos tugas luar kantor, bonus/kompensasi, perekrutan hingga perencanaan kebutuhan tenaga kerja dapat dikelola oleh modul sumber daya manusia.
  6. Business Process Support
  7. Setiap perusahaan selalu terkait dengan masalah manajemen arus kerja dan solusi industri. Kedua hal tersebut digunakan sebagai kendali atas setiap unit fungsi yang ada di dalam perusahaan.
  8. Rantai Pasokan (SCM = supply chain management)
  9. SCM sebenarnya adalah modul yang menjadi fokus yang mutakhir dalam pengembangan sistem ERP. Penerapan SCM yang baik dengan memanfaatkan Internet adalah solusi yang sangat efektif dalam penghematan biaya perusahaan. Proses perencanaan hingga optimalisasi penyimpanan dan penggunaan logistik sangat membantu dalam memperbaiki prediksi permintaan serta efisiensi bagi perusahaan.
  10. Dukungan E-Commerce
  11. Transaksi elektronik yang terintegrasi melalui media Internet adalah tren masa kini yang mendorong terjadinya proses bisnis komersial yang efektif. Dengan dukungan e-commerce yang baik maka produsen dapat langsung berhadapan dengan pengguna akhirnya yang berakibat pada pemotongan biaya yang cukup signifikan. Misalkan kepala gudang perusahaan A ingin mengadakan material produksi yang diproduksi oleh perusahaan B, perusahaan C dan perusahaan D. Kepala gudang perusahaan A tersebut kemudian login ke dalam situs web e-commerce perusahaan B, perusahaan C serta perusahaan D untuk memesan material yang diperlukan tersebut. Kepala gudang perusahaan A dapat memperoleh ketersediaan produk dan harga secara langsung dari masing-masing produsen tersebut. Hal tersebut tentunya dapat memotong anggaran yang cukup besar karena akan selalu memperoleh harga yang bersaing dengan jumlah dan mutu terbaik.
Sistem aplikasi ERP adalah salah satu sistem informasi tercanggih yang bisa didapatkan pada awal abad 21 ini. Untuk dapat mengadopsi teknologi ERP, suatu perusahaan tidak jarang harus menyediakan dana dari ratusan juta hingga milyaran rupiah. Dana sebesar itu harus disediakan untuk investasi paket software ERP, hardware berupa server dan desktop, database dan operating sistem software, high performance network, hingga biaya konsultasi untuk implementasi. Meskipun dihalangi oleh biaya investasi yang besar, banyak perusahaan di dunia dan tidak terkecuali di Indonesia seperti berlomba-lomba untuk mengadopsi sistem informasi ini. Hal ini karena paket software ERP yang diimplementasikan secara baik akan menghasilkan return terhadap investasi yang layak dan dalam waktu cepat. Karena ERP menangani seluruh aktivitas dalam organisasi, membawa budaya kerja baru dan integrasi dalam organisasi. mengambil alih tugas rutin dari personel dari tingkat operator hingga manajer fungsional, sehingga memberikan kesempatan kepada sumber daya manusia perusahaan untuk berkonsentrasi dalam penanganan masalah yang kritis dan berdampak jangka panjang. ERP juga membawa dampak penghematan biaya (cost efficiency) yang signifikan dengan adanya integrasi dan monitoring yang berkelanjutan terhadap performance organisasi. Secara implisit ERP bukan hanya suatu software semata, namun merupakan suatu solusi terhadap permasalahan informasi dalam organisasi. Enterprise Resource Planning (ERP) dapat didefinisikan sebagai aplikasi sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk mengolah dan memanipulasi suatu transaksi di dalam organisasi dan menyediakan fasilitas perencanaan, produksi dan pelayanan konsumen yang real-time dan terintegrasi.
ERP merupakan suatu sistem yang terintegrasi, sehingga sistem ERP mampu memberikan kepada organisasi penggunanya suatu model pengolahan transaksi yang terintegrasi dengan aktivitas di unit bisnis lain dalam organisasi. Dengan mengimplementasikan proses bisnis standar perusahaan dan database tunggal (single database) yang mencakup keseluruhan aktivitas dan lokasi di dalam perusahaan, ERP mampu menyediakan integrasi di antara aktivitas dan lokasi tersebut. Sebagai hasilnya, ERP sistem dapat mendorong ke arah kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik dengan parameter yang terukur secara kuantitatif. Sehingga keputusan yang dihasilkan tersebut dapat saling mendukung proses operasional perusahaan atau organisasi.